Belakangan ada satu kue asal Prancis yang mencuri perhatian bernama canelé. Tahukah kamu apa itu canelé?
Kue ini berukuran kecil, memiliki warna coklat keemasan dengan permukaan yang terkaramelisasi. Tekstur luar sedikit renyah, sedangkan bagian tengah terasa lembut.
Aroma vanila dan rum tercium begitu kamu menggigitnya. Canelé adalah makanan khas Bordeaux di barat daya Prancis yang sudah terkenal ratusan tahun. Lalu, bagaimana kue kecil ini mampu memikat hati penikmat kue di seluruh dunia?
Asal Usul Canelé: Sebuah Legenda dari Bordeaux
Kisah canelé bermula di kota Bordeaux pada abad ke-15 atau ke-18. Kata tersebut mempunyai arti beralur dalam bahasa Prancis. Berbagai buku masak dan sejarah menyebutkan canelé Bordelaise berasal dari biara di sekitar wilayah pembuatan anggur Bordeaux.
Ketika itu para pembuat anggur menggunakan putih telur sebagai penjernih anggur. Kuning telur berlebih mereka berikan kepada para biarawati di Couvent des Annonciades untuk memasak makanan anak-anak miskin. Dilengkapi beberapa bahan tambahan lain, canelé yang mirip batang manisan pun lahir.

Photo source: @artelicela
Di Limoges ternyata ada makanan serupa bernama canole, semacam roti dari tepung dan kuning telur. Kemungkinan ini adalah kue yang sama yang dijual di Bordeaux tersebut. Orang juga mengenalnya dengan nama canaulé atau canaulet.
Seiring berjalannya waktu, resep kue ini hampir terlupakan. Pada abad ke-20, seorang koki pastry tidak dikenal mempopulerkan kembali resep kuno tersebut dengan menambahkan vanili dan rum ke dalam adonan. Ia pun memanggangnya dalam cetakan tembaga khusus untuk memperoleh tekstur luar yang sempurna.
Namun, baru pada tahun 1985, popularitas canelé meroket. Confrérie du Canelé de Bordeaux dibentuk dan nama canelé muncul sebagai merek dagang kolektif. Saat ini canelé menjadi simbol kota Bordeaux sebagai makanan khas yang juga bisa dijumpai di berbagai toko kue di Paris.

Photo source: @latoquecuivree.officiel
Rahasia di Balik Tekstur Unik Canelé
Canelé sungguh menggambarkan kesederhanaan bahan dalam khazanah kuliner Prancis. Bahan yang digunakan simpel dan mudah diperoleh: kuning telur, susu, gula, tepung, vanili, dan rum.
Namun, teknik memasaklah yang menjadi kunci kesempurnaan tekstur canelé. Semua bahan dicampur bersama dalam urutan spesifik. Meski begitu, ada banyak perdebatan soal penggunaan telur, urutan pencampuran, tingkat kekentalan gula, berapa lama adonan harus diistirahatkan, dan durasi memanggangnya.
Belum lagi urusan cetakan yang muncul sebagai titik kritis pemanggangan canelé. Cetakan tembaga akan menciptakan kulit karamel gula pada bagian luar kue.
Akan tetapi, jika kamu tidak berencana membuatnya sendiri, setidaknya kamu perlu tahu bagaimana rasa canelé. Keunikan canelé pastry khas Prancis ini ada pada kontras tekstur yang tercipta.

Photo source: @bella_and_tortie
Kulit luar canelé terasa renyah akibat proses karamelisasi yang terjadi. Bahkan, permukaan canelé yang berwarna coklat gelap tampak mengilap.
Bagian dalamnya begitu lembut dan sedikit kenyal. Untuk mencapai hasil tersebut, adonan harus diistirahatkan selama 24 jam hingga 48 jam sebelum dipanggang.
Proses resting tersebut membantu tepung menyerap susu, terhidrasi baik, dan gluten pun berkembang. Dengan demikian canelé dapat mempertahankan bentuknya ketika dikeluarkan dari cetakan usai matang, serta menciptakan tekstur yang khas.
Di sisi lain, penggunaan cetakan tembaga yang telah diolesi lapisan tipis lilin lebah atau campuran lilin lebah dan mentega murni (50:50) membantu menghasilkan permukaan yang terkaramelisasi sempurna. Jangan lupa perhatikan suhu dan waktu pemanggangan agar kulit luar tampak renyah tanpa membuat bagian dalam terlalu kering.

Photo source: @caneledetapat
Cara Menyantap Canelé
Kini, canelé tidak hanya menjadi kebanggaan Bordeaux, tetapi juga telah menyebar ke berbagai negara. Banyak toko roti dan kafe di seluruh dunia yang menawarkan kue mungil ini sebagai bagian dari menu mereka.
Kamu pun dapat mencicipi canelé di Jakarta di beberapa toko roti dan kue. Tidak perlu jauh-jauh ke Prancis kan untuk memuaskan rasa penasaran terhadap kue cantik ini. Bahkan, ada juga canelé yang diberi rasa tertentu, seperti coklat, matcha, atau pandan.
Lalu, bagaimana cara menyantap canelé?
Cara terbaik menyantapnya adalah saat canelé dalam kondisi hangat tetapi juga tidak begitu panas. Namun, ada juga yang senang melahap kudapan ini dalam keadaan dingin atau suhu ruang. Jadi, tergantung selera ya.
Oya, canelé juga bisa disimpan di lemari es selama beberapa hari lho. Kamu boleh memanaskannya kembali di oven agar tekstur luar kue renyah kembali. Satu hal yang pasti, camilan ini nikmat disantap bersama kopi atau teh.

Photo source: @nob.journal
Canelé adalah bukti bahwa kue sederhana dapat menawarkan pengalaman rasa yang luar biasa. Perpaduan tekstur dan aroma yang unik membuatnya sulit dilupakan bagi siapa saja yang mencobanya.
Jadi, jika kamu berkesempatan mengunjungi Bordeaux atau kota lain di Prancis dan menemukan canelé di toko roti terdekat, jangan ragu untuk mencicipi kue ini di negara asalnya. Tentu saja kamu tetap bisa memutus rasa penasaran dengan membeli canelé di beberapa bakery dan patisserie di Jakarta. Siapa tahu, kamu akan jatuh cinta pada kue kecil ini.