Sejarah di Indonesia
Makanan yang terdiri dari buntut sapi yang dibakar atau digoreng ini sejak dari dulu sudah menjadi salah satu makanan yang paling digemari di Indonesia. Sejarah mencatat, bahkan semenjak tahun 1970-an nama sop buntut sudah dikenal luas di masyarakat. Dalam kurun waktu tersebut, Hotel Borobudur di Jakarta mencoba memanfaatkan booming sop ini dengan menghadirkannya sebagai salah satu menu dalam restoran mereka. Namun, setelah beberapa saat diluncurkan di restoran milik Hotel Borobudur, ternyata tamu hotel lebih menyukai sop yang disajikan oleh pedagang kaki lima.Banyak Manfaat
Sop buntut selain memiliki rasa yang memang disukai oleh lidah masyarakat Indonesia, dicintai juga karena memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia. Mulai dari buntut sapi hingga kuahnya mengandung vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh.
Photo source: unileverfoodsolutions.co.id
Bagian buntut sapi saja dikenal mengandung kalori, protein, karbohidrat, lemak, kalsium, fosfor, dan zat besi. Banyaknya kandungan gizi yang dimiliki buntut sapi ini membuat bagian ini menjadi salah satu bagian sapi yang paling dicari. Untuk kuahnya, varian sop ini menggunakan berbagai sayuran, seperti wortel, kentang, dan tomat. Seperti yang kita ketahui, wortel mengandung vitamin A, kentang mengandung vitamin C dan B kompleks, dan tomat mengandung vitamin C. Jadi tidak mengherankan jika sop buntut sering disebut merupakan kuliner yang bergizi tinggi untuk dikonsumsi.Darimana Asal Sebenarnya?
Jika sop buntut bukanlah makanan asli Indonesia, lantas darimanakah sop ini awalnya berasal? Salah satu jawaban dari pertanyaan di atas adalah pendapat dari banyak ahli bahwa pada awalnya oxtail soup ditemukan di kota London, Inggris. Pada abad ke-17, oxtail soup dipercaya ditemukan oleh rombongan Huguenot Perancis dan imigran Belgia. Mereka meracik oxtail soup menggunakan buntut dari binatang. Cerita lain yang beredar adalah versi dari Tiongkok. Di Tiongkok makanan yang mirip dengan sop buntut merupakan sebuah makanan yang mirip perpaduan antara sup dan semur. Sop buntut ala Tiongkok ini seakan makanan yang menentang aturan sup Tiongkok lainnya.
Photo source: guide.michelin.com
Dalam sop ala Tiongkok ini potongan ekor sapi, kentang, wortel, kubis, tomat, dan jamur dicampur di dalam air, kemudian diberi garam. Campuran ini dipanaskan pada suhu didih rendah agar semua bahan dapat memunculkan rasanya. Banyaknya bahan yang digunakan inilah yang membuat sop buntut ala Tiongkok seakan menentang aturan. Varian yang sedikit berbeda dari sop buntut bisa ditemukan pada sop buntut ala Korea. Menurut cerita, makanan yang disebut kkori-gomtang ini dibuat dari tulang, sesuai dengan namanya yang memiliki arti sup tulang. Pada sajian ala Korea ini, buntut sapi dijadikan sebagai salah satu bahan campuran dalam kuahnya. Selain buntut, digunakan pula bawang putih, garam, merica, dan bawang hijau dalam kuahnya. Ternyata, begitu banyak sejarah yang menjelaskan bahwa sop buntut bukanlah makanan yang berasal dari Indonesia. Namun, tidak salah juga jika kita tetap mengonsumsinya. Jika kalian tiba-tiba pengen makan sop buntut setelah membaca artikel ini, kalian bisa mendapatkan di restoran-restoran ini. Cover photo: bamburoraskutabali.com