Food

7 Fakta Kuaci, Camilan Sehat yang Bisa Bikin Langsing

by Wahyu Panca Handayani | March 11, 2022

7 Fakta Kuaci, Camilan Sehat yang Bisa Bikin Langsing

Nibblers, kamu sudah tahu belum fakta-fakta kuaci? Biji bunga matahari ini enak sekali dijadiin camilan sambil nonton drama Korea ataupun nugas. Ukurannya yang kecil dan enak banget dikunyah ini bakal bikin kamu ketagihan. Bahkan, kamu bisa saja menghabiskan semangkuk penuh kuaci tanpa sadar saking enaknya. 

Camilan ringan ini juga hadir dalam berbagai varian rasa yang semakin membuatmu nggak bisa berhenti memakannya. Saat ini, kuaci pun jadi salah satu camilan sehat kekinian yang diincar oleh banyak orang, lho. Nah, sambil nyemil kuaci ini, yuk cari tahu sebenarnya kuaci ini berasal dari mana berikut juga fakta-fakta lainnya!

1. Asal-Usul Kuaci

Source: Freepik

Seperti yang sudah disebutin di atas, kuaci yang jadi camilan favorit banyak orang ini berasal dari biji bunga matahari. Nah, bunga matahari yang bisa kamu temuin di hampir semua negara ini sendiri diyakini merupakan tanaman asli Amerika Utara, seperti yang dilansir dari Nuseed

Tanaman bunga matahari ini sudah mulai dibudidayakan oleh masyarakat setempat sejak 4.500 tahun lalu sebelum akhirnya menyebar ke negara-negara lain. Pada awalnya, bunga ini hanya dimanfaatkan sebagai dekorasi atau persembahan kepada Dewa Matahari karena bentuknya yang indah. Namun, karena banyaknya manfaat yang terkandung di dalamnya, bunga matahari mulai diolah jadi bahan pangan.

2. Diproduksi oleh Bunga Tabung

Source: Freepik

Nibblers, kamu tahu nggak sih kalau ternyata bunga matahari yang berukuran besar ini terbagi menjadi dua bagian? Kelopak bunga yang berwarna kuning terang itu ternyata adalah bagian luar bunga yang disebut sebagai bunga tepi. Sementara itu, bagian tengah dari bunga matahari yang berwarna cokelat disebut bunga tabung yang juga merupakan bagian inti bunga .

Di bagian bunga tabung ini kamu bisa nemuin lebih dari 2.000 bunga-bunga kecil. Nah, di sinilah proses penyerbukan. Hasil penyerbukan tersebut nantinya kamu kenal sebagai kuaci alias biji bunga matahari. Karena jumlah bunga-bunga kecil yang sangat banyak tersebut, nggak heran kalau satu tandan bunga matahari bisa menghasilkan ribuan kuaci.

3. Kaya Nutrisi

Source: Freepik

Fakta kuaci yang mengandung banyak nutrisi yang dibutuhin oleh tubuh ini tentu saja sudah bukan rahasia lagi. Melansir dari website Nourish by WebMD, camilan sehat berwarna putih dan hitam ini tinggi akan kandungan protein dan lemak sehat. Antioksidan di dalam kuaci juga sangat banyak.

Selain itu, dalam 100 gram kuaci ini juga terkandung berbagai macam mineral seperti seng, kalium fosfor, selenium, magnesium, dan zat besi. Belum lagi, vitamin E, B6, dan B1 pada kuaci ini juga sangat tinggi dan bahkan lebih banyak dibandingin bahan pangan lain. Nggak heran kalau para ahli kesehatan percaya kuaci bisa melindungi kita dari risiko penyakit-penyakit berbahaya seperti jantung dan kanker.

4. Bagus untuk Kulit

Source: Freepik

Nggak hanya untuk kesehatan tubuh, kandungan vitamin E yang sangat tinggi di dalam kuaci ini ternyata juga sangat bagus untuk kesehatan kulit. Kalau kamu suka banget nyemil kuaci, kemungkinan kamu pun akan terhindar dari masalah penuaan dini. Pasalnya, antioksidan pada kuaci juga menangkal radikal bebas dan mempercepat proses penyembuhan luka, jerawat, dan masalah kulit lainnya.

Ditambah lagi, kuaci yang kaya akan vitamin E dan melanin juga mampu melindungi kulitmu dari paparan sinar ultraviolet. Seperti yang sudah kamu tahu, sinar ultraviolet yang dipancarkan oleh matahari ini cukup berbahaya untuk kulit. Nah, dengan rajin mengonsumsi kuaci, kulitmu nggak akan mudah terbakar karena terik matahari dan justru jadi semakin glowing.

5. Bisa Bikin Bahagia

Source: Freepik

Kalau lagi bete, kamu bisa banget kok nyemil kuaci biar bisa kembali bahagia. Bukan tanpa alasan, fakta kuaci yang tinggi kandungan magnesiumnya ini ternyata bisa memberikan pengaruh positif pada fungsi otak. Alhasil, rasa stres dan serangan cemas yang kamu alami akan perlahan berkurang.

Selain bisa bikin kamu kembali tenang dan rileks, perpaduan rasa manis dan asam pada kuaci ini juga bisa bikin suasana hatimu membaik. Kamu juga bisa lho melepaskan emosimu sambil mengunyah kuaci ini dan ngomel panjang lebar. Membayangkannya saja sudah bikin lega, bukan?

6. Cocok untuk Camilan Diet

Source: Freepik

Kalau kamu tipe orang yang suka jajan tapi pengen diet, coba deh ganti camilanmu dengan kuaci. Sebanyak apapun kamu makan biji bunga matahari ini, berat badanmu nggak akan bertambah secara signifikan. Hal tersebut bukan hanya karena ukurannya yang sangat kecil, tetapi juga karena nutrisi di dalam kuaci tersebut.

Serat pada kuaci tersebut akan membuatmu merasa kenyang lebih lama sehingga dorongan untuk makan dan nyemil pun akan berkurang. Ditambah lagi, kuaci merupakan sumber kalori terkonsentrasi yang mana justru akan membantumu menurunkan berat badan, bukan malah membuatnya terus naik.

7. Bisa Merusak Gigi

Source: Freepik

Meskipun punya banyak manfaat, kuaci tetap punya beberapa efek yang cukup nggak ngenakin. Salah satunya adalah bisa merusak gigi. Kali ini nggak ada hubungannya dengan kandungan di dalamnya, tetapi justru karena cara makan kuaci itu sendiri.

Saat makan kuaci, sebagian orang lebih memilih menggigit cangkang kuaci. Tapi, rupanya cangkang kuaci yang keras dan tajam itu bisa bikin gigi retak dan melukai mulut. Nggak heran kalau biji bunga matahari ini dianggap lebih berbahaya untuk kesehatan gigi dibandingin kuaci dari biji semangka.

Itulah beberapa fakta kuaci yang perlu kamu tahu. Kamu juga suka nyemil kuaci nggak nih? Meskipun bagus untuk kesehatan, tetap jangan mengonsumsinya secara berlebihan, ya!