Nibble'S Guide

8 Restoran Belanda di Bandung, Ada yang Sudah Satu Abad!

by Anindita Budhi | February 26, 2025

8 Restoran Belanda di Bandung, Ada yang Sudah Satu Abad!

Bandung adalah salah satu kota yang menyimpan banyak peninggalan bersejarah era kolonial Belanda. Tak terkecuali dalam hal kuliner yang memang sudah melekat dalam khazanah masakan nusantara. Nama-nama makanan seperti risoles, poffertjes, dan bitterballen baru sebagian kecil “jejak” Belanda yang akrab kita santap sehari-hari.

Makin spesial kalau menyantapnya langsung di restoran Belanda di Bandung yang penuh nostalgia. Bahkan, ada restoran yang sudah berusia satu abad lho. Penasaran apa saja nama restoran dimaksud, berikut daftar lengkapnya.

1. Bandoengsche Melk Centrale 1928

Bandoengsche Melk Centrale atau BMC lahir sebagai pusat pengolahan susu pertama di Bandung. Berdiri pada 1928, BMC menjadi tempat pasteurisasi susu dari peternakan sebelum kemudian didistribusikan ke berbagai wilayah di sekitar Bandung.

Seiring waktu, BMC menjadi restoran yang menyajikan berbagai hidangan dan tentu saja susu masih jadi primadona. Bangunan BMC lawas masih dipertahankan, tetapi telah direnovasi sehingga tampil lebih modern. Area luas, banyak tempat duduk, dan menyediakan 408 menu membuat BMC populer sebagai family resto yang cocok untuk tempat berkumpul.

Sop Buntut BMC masuk daftar menu wajib yang harus dipesan dengan kuah gurih dan daging empuk. Begitu juga Bistik Sapi dengan penyajian klasik dan citarasa penuh nostalgia. Dari deretan camilan, tentu saja Beef Croquette dan Bitterballen harus dicoba.

Tak lupa aneka BMC Signature Milk yang menggunakan susu sapi berkualitas terbaik. Susu rasa apa saja pasti enak! Plus, berbagai olahan yoghurt yang segar, seperti Yoghurt Parfait yang tampil full warna dengan irisan buah segar. Sekali mampir, biasanya langsung ketagihan!

restoran-belanda-di-bandung-1

Photo source: @bmc1928

Lokasi: Jl. Aceh No.30, Merdeka, Sumur Bandung, Bandung

2. Sumber Hidangan

“Tersembunyi” di balik deretan penjual lukisan, Sumber Hidangan dahulu dikenal sebagai restoran mewah bernama Het Snoephuis yang jadi langganan tempat orang Belanda bersantap. Beroperasi sejak 1929, sejak awal restoran Belanda di Bandung ini memang tidak pernah memasang plang nama.

Nama Sumber Hidangan baru digunakan pada tahun 1960an dengan tetap mengusung arsitektur art deco dan neo klasik yang masih dipertahankan hingga kini. Sumber Hidangan tidak pernah bersolek. Cukup tampil apa adanya: dinding tinggi mengelupas, kursi tua, lampu gantung yang pecah, mesin kasir dan perabotan kuno, hingga etalase yang buram.

Namun, sejak 2017 Sumber Hidangan tidak lagi menyediakan makanan berat dan hanya menyajikan roti, kue, serta es krim. Kebanyakan orang datang untuk take away, tetapi makan di tempat pun bisa meski penyajiannya sangat sederhana.

Dari roti Cinnamon yang populer, Kaasstok roti panjang isi krim keju, Krentenbrood si roti kismis, sampai Ontbijtkoek roti rempah dengan aroma kayu manis yang semerbak. Ada juga Speculaas, biskuit rempah dengan rasa kayu manis dan cengkeh yang dominan. Semuanya cocok disantap bersama es krim jadul Sumber Hidangan. Perpaduan pas untuk brunch di Bandung!

restoran-belanda-di-bandung-2

Photo source: @blueberryoghurtt

Lokasi: Jl. Braga No. 22, Bandung

3. Keuken van Elsje

Sejatinya Keuken van Elsje baru buka pada 2016. Namun, restoran Belanda di Bandung ini menggunakan resep warisan keluarga yang pernah dibuat di restoran keluarga pertama mereka pada tahun 1920. Bangunan yang ditempati pun merupakan bangunan cagar budaya rumah kediaman Oma Elsje.

Kini, hidangan khas keluarga disiapkan dan disajikan oleh generasi kelima cucu Oma Elsje melalui bendera Keuken van Elsje. Setiap hidangan punya cerita sendiri yang menambah sensasi nostalgia rasa.

Aligot Cheese sebagai signature dish memanjakan penggemar keju dengan lelehan keju yang lumer. Hot Beef Stew jadi penghangat perut di tengah sejuknya udara Bandung. Atau Elsje Rissole, risoles berukuran besar dengan perpaduan telur, keju, dan smoked beef dan disajikan bersama salad segar.

Cicipi juga Klassieke Stamppot, masakan tradisional Belanda berisi kentang tumbuk, bayam, seledri, rempah, dan bawang dengan saus gravy, sosis bratwurst, dan mustard. Menu Keuken van Elsje benar-benar autentik sekaligus mengobati kerinduan masa lalu yang tak mungkin kembali.

restoran-belanda-di-bandung-3

Photo source: @keukenvanelsje

Lokasi: Jl. Buton No.11, Kb. Pisang, Sumur Bandung, Bandung

4. Tizi

Tizi adalah restoran keluarga yang didirikan oleh Sri Soedharti, putri Gubernur Jawa Barat pertama, DR. Soetardjo Kartohadikoesoemo. Pernah tinggal di Belanda dan Jerman pada awal 1950-an, beliau membawa inspirasi kuliner kedua negara tersebut melalui Tizi Bakery yang berdiri pada 1967.

Kafetaria atau restorannya berdiri sekitar enam tahun kemudian dan masih bertahan hingga kini. Pelanggannya tentu saja lintas generasi, dari para kakek nenek, orang tua, sampai anak cucu yang selalu bersantap di Tizi untuk setiap momen penting mereka.

Grau Brot, roti ala Jerman dari tepung gandum dan tepung rye jadi menu andalan Tizi saat awal berdiri. Lalu, Zwiebel Zuppe, cream soup dengan isian daging melimpah juga patut dicoba. Tak ketinggalan Tenderloin Steak yang disiram Barbeque Sauce khas Tizi dengan rasa manis gurih meresap ke daging.

Ingin ngemil saja, Tizi punya Oliebollen, gorengan khas Belanda yang nikmat dengan taburan gula halus di atasnya. Jangan lupa intip etalase kue seperti apple strudel, bolu gulung jadul, dan kue vintage lain yang semuanya menggoda selera. Citarasa dan kehangatan yang masih sama sejak dulu membuat Tizi eksis sebagai tempat lahirnya banyak cinta di hati warga Bandung.

restoran-belanda-di-bandung-4

Photo source: @bulad.gembul

Lokasi: Jl. Kidang Pananjung No.3, Dago, Coblong, Bandung

5. Braga Permai

Maison Bogerijen berdiri pada 1923 dan dikenal sebagai tempat makan mewah saat itu. Bahkan, restoran ini meraih lambang agung Kerajaan Belanda dan menjadi penyedia hidangan khas Belanda bagi Ratu Belanda secara resmi pada 1931.

Meja-meja dengan payung merah besar di area luar masih jadi ciri khas Braga Permai yang dipertahankan hingga kini. Demikian pula beberapa perabotan era Maison Bogerijen, seperti dapur tua, oven dan mixer, serta pipa gas. Sisanya interior restoran telah diperbarui tanpa meninggalkan ciri vintage yang apik.

Selain itu, Braga Permai menyajikan makanan Belanda dan Nusantara dalam porsi cukup besar. Steak Lidah yang lembut terasa nikmat dalam siraman sausnya. Cicipi juga Chicken Mushroom Creamy dalam Zuppa Soup yang konon menjadi salah satu menu autentik sejak restoran Belanda di Bandung ini berdiri.

Tentu saja Bitterballen yang lumer di mulut dan berkulit renyah wajib dipesan. Plus, Poffertjes yang selalu jadi favorit penikmat hidangan manis ala Belanda yang rasanya akrab di lidah.

restoran-belanda-di-bandung-5

Photo source: @bragapermaibandung

Lokasi: Jl. Braga No.58, Braga, Sumur Bandung, Bandung

6. Rasa Bakery & Cafe

Rasa Bakery & Cafe termasuk salah satu restoran Belanda di Bandung yang sudah ada sejak 1931. Dahulu bernama Hazes, restoran ini dikenal berkat kelezatan kue, roti, serta es krim yang jadi kegemaran dari generasi ke generasi.

Walau berdiri puluhan tahun, tempatnya sudah mengalami renovasi dengan area makan yang lebih luas. Rasa Bakery & Cafe pun telah lama menjadi restoran favorit keluarga untuk acara ulang tahun, temu kangen, maupun sekadar nostalgia.

Rasa Bakery & Cafe menawarkan banyak pilihan makanan dan minuman, misalnya kue, roti, jajanan pasar, hingga makanan berat yang mencakup masakan Indonesia dan Barat. Lontong Cap Gomeh, Saucijzbrood, Poffertjes, dan kue Marzipan adalah beberapa menu klasik andalan pelanggan Rasa.

Tentu saja es krim dengan beragam rasa dan bentuk jadi favorit semua pengunjung. Dari Coconut Royale, es krim di dalam batok kelapa muda, Alexander Cocktail es krim mocca dan stroberi dengan buah cocktail, sampai es krim mirip kue lapis dengan potongan buah di dalamnya.

restoran-belanda-di-bandung-6

Photo source: @rasabakerycafe

Lokasi: Jl. Tamblong Dalam No. 15, Lengkong, Bandung

7. Warung Kopi Purnama

Kopitiam tertua di Bandung sejak 1930 ini juga melestarikan konsep sarapan dengan menu sederhana. Masih menempati bangunan yang sama, suasana jadulnya terasa kuat.

Perluasan area duduk cukup untuk menampung tambahan pengunjung. Meski begitu, warung kopi legendaris ini tetap penuh antrean terlebih saat weekend.

Kopi Hitam dan Roti Srikaya jadi menu andalan yang tak berubah sejak dulu. Begitu juga roti bakar lain yang punya penggemarnya sendiri, seperti Roti Smoked Beef dan Roti Pindakaas Stroberi.

Bitterballen dan Pisang Goreng Keju bisa dipesan sebagai menu sarapan simpel lainnya. Ada juga sarapan agak berat seperti aneka mie dan bakso. Dengan variasi menu favorit dan tempat nyaman, Warung Kopi Purnama jadi destinasi sarapan para pelancong untuk mengawali hari di Bandung.

restoran-belanda-di-bandung-7

Photo source: @warungkopipurnama

Lokasi: Jl. Alkateri No.22, Braga, Sumur Bandung, Bandung

8. The Frying Dutchman

Nah, dibandingkan restoran Belanda di Bandung lain, The Frying Dutchman tergolong paling muda. Namun, di Snack bar ini kita bisa memuaskan kecintaan pada gorengan versi Belanda yang unik dan jarang dijumpai.

Misalnya, Kaassouffle, yaitu gorengan berisi tiga jenis keju: edam, parmesan, dan mozarella yang auto lumer saat digigit. Ada juga Frikandel, sejenis sosis panjang yang digoreng dan disiram saus kacang atau saus kari spesial.

Bitterballen yang creamy, crunchy, cheezy, meaty juga jadi favorit. Jangan lupa cobain Bamischijf, gorengan isi bakmi, sayuran, kentang dengan bumbu kari. Oh, Frietje Joppie wajib dicoba ya, kentang goreng yang dibungkus cone dan diberi saus mayo rahasia. Hmmm…enak semua!

restoran-belanda-di-bandung-8

Photo source: @fryingdutchman.id

Lokasi: Bumi Hejo, Kota Baru Parahyangan, Jl. Parahyangan Raya kavling 11, Kertajaya, Padalarang, Bandung Barat

Sebagian besar restoran Belanda di Bandung masih mengusung citarasa asli hidangan yang telah dinikmati puluhan tahun. Tentu rasa dan tampilannya telah disesuaikan dengan lidah lokal sehingga tetap digemari penikmat kuliner lintas generasi. Kalau kamu, mana hidangan Belanda favorit yang direkomendasikan?